Ortu Ngga Kasih Restu

2. Ortu Anda itu BEDA

Waktu pertama kali Bang Motty selesai kasih “surat cinta” ke kantor dan #UdahResignAja karena mau fokus bisnis,
Deg2an parah waktu mau cerita ke ayah ibu..

Ibu Bang Motty itu orangnya baperan, gampang nangis, hatinya lembut banget
Kebayang ngga lihat anaknya tiba2 bilang udah resign dari perusahaan multinasional + posisi bonafid?

Mungkin buat kita ngga serumit itu, mikirnya sederhana:
Resign biar bisa fokus ngerjain bisnis, dapet hasil lebih besar + waktu lebih banyak
Yakin 1000% bakal berhasil karena udah punya bayangan mau ngapain aja, juga banyak ilmu bisnis yang jadi pegangan
Mungkin juga punya rencana cadangan: paling sial, bisa ngelamar kerja lagi

Tapi buat ortu, bisa jadi mikirnya macem2
Inget, ortu kita itu generasinya beda sama kita
Kemungkinan 95% bahwa ortu Anda punya pemikiran BEDA sama Anda, dijamin ^_^

Mulai dari “Wah, anak gw di pecat ya? Ada masalah apa ya?”
“Aduh, kalo dia susah nanti gimana..”
“Jangan2 udah hutang ratusan juta buat modal bisnisnya nih..”

Dan 1001 hal berkecamuk di pikirannya
Yang udah punya anak, pasti tau maksud Bang Motty ^_^
Rasa sayang ortu itu berlebihan dan ngga terbayang sama kita
(makanya, bales ya dengan bakti sepenuh hati dan jiwa raga)

3. Hati ke Hati

Tips buat Osa dan Anda pemirsa #EmailCurhatBisnis yang serupa kondisinya

Tau ngga, bahwasannya Anda itu terlalu banyak MIKIR dan ANALISA
Terutama perihal langkah bisnis Anda

Ngga masalaha banget, wajar koq
Tapi karenanya, Anda jadi lebih sedikit memperhatikan PERASAAN HATI

Karena semua dipakein LOGIKA, perasaan hati jadi terabaikan sedikit

Orangtua Anda lebih baper ke Anda daripada Anda ke orangtua Anda, catet ini
Karenanya, Anda perlu bicara dari HATI KE HATI

Luangkan waktu khusus yang agak lowong (bukan lagi ada acara keluarga atau lagi rame)
Ajak orangtua Anda duduk santai untuk mulai mencurahkan isi hati
Lalu utarakan sepenuhnya apa yang ada di HATI Anda, perihal langkah yang Anda mau lakukan

Jangan pake OTAK, pake HATI ^_^

Bang Motty waktu itu sampaikan, dari hati:

Bahwa dari dulu udah mau bisnis, sekarang momentumnya tepat
Bahwa kerjaan di kantor udah ngga sreg lagi di hati, boss begini begitu, target omzet begini begitu, dll dll
Bahwa kondisinya adalah resign, bukan dipecat, ngga ada yang salah karena ini adalah pilihan pribadi
Bahwa ada peluang bangun bisnis dengan hasil yang lebih besar dari gaji bulanan
Dan beberapa hal lainnya

Langsung terlihat di wajah ayah ibu: kekhawatiran ^_^
Ibu malah nangis..
Duh, bikin bingung sejujurnya..
Tapi ini semua wajar banget..

Yang Bang Motty yakinkan adalah: hasilnya akan sepadan
Dan Bang Motty komitmenkan: 6 bulan lagi, hasilnya akan lewatin gaji bulanan

Apa langsung yakin ayah ibu?
Ya ngga ^_^
Sampai Anda mencapai (minimal) target yang Anda ucapkan, ortu akan “tersiksa” dalam kekhawatirannya tersebut

Karena itu, 6 bulan (atau di periode yang Anda sebutkan) itu Anda ngga punya pilihan lain kecuali:
#EKSYEN BERTUBI-TUBI TANPA TAPI dan TANPA NANTI!

PAKSA
#EKSYEN!
Tidur 6 jam
Sisa 18 jam #EKSYEN GILA-GILAAN!
Hanya lakukan hal2 yang makin mendekatkan diri pada target Anda

Apa yang terjadi 6 bulan kemudian?
Alhamdulillah target tercapai

Apa yang terjadi hari ini?
Ibu bebas sebut mau uang bulanan berapa, Bang Motty bisa kasih
Impian boyong Ayah Ibu ke tanah suci udah kesampaian
Bisa bebas kapan aja ke rumah ibu saat ibu manggil
Dan segudang kenikmatan lainnya ^_^

Kita sama2 makan nasi ya?
Artinya apa? Anda juga bisa bicara dari hati ke hati
Lalu siapkan komitmen
Dan buktikan ke ortu Anda bahwa anak mereka BISA BIKIN MEREKA BANGGA!

Demikian #EmailCurhatBisnis kali ini, sampe ketemu di episode berikutnya ^_^

Baca baik2, Resapi, Ambil Hikmahnya, kemudian #EKSYEN bertubi-tubi lagi di bisnis Anda!

—–

Mau lahap segudang tips2 bisnis macem ini? Atau Anda punya permasalah bisnis yang mau dicurhatin? Gabung aja #EmailCurhatBisnis bareng Bang Motty, klikwww.motivatweet.com/CurhatBisnis

GRATIS SEUMUR HIDUP solusi-solusi bisnis praktis dari Bang Motty, sesuai dengan kondisi nyata yang Anda hadapi di lapangan! ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *