Fee Makelar, Halalkah?

Cerita Motivasi | Menu Jum’at di MotivaTweet.com : kita sama-sama belajar tentang keseharian kita sesuai tuntunan Islam ya Sobat-Motty ^_^ Percaya deh, tuntunan-Nya adalah yang TERBAIK, hasilnya juga pasti jadi paling BAIK, BERKAH, HALAL.

Salah satu solusi bagi Sobat-Motty yang ingin memulai bisnis tanpa modal (atau dengan modal yang sangat minimal) adalah dengan menjadi MAKELAR/CALO. Waks, ngga enak banget ya namanya ^_^ kita perhalus jadi ini aja ya ^_^~> PERANTARA. Ya, dengan menjadi perantara antara penjual dan pembeli, kita bisa mendapatkan fee/komisi. Pertanyaannya, Agama Islam memandang hal ini boleh atau tidak?

*seduh kopi*
*aduk-aduk*
*seruput*
Hm… Alhamdulillah.. Nikmat bener ya Allah ^_^
*lanjut*

Coba kita lihat fatwa komisi fatwa Saudi Arabia, Al Lajnah Ad Daimah berikut ini:

Pertanyaan:
Saya pernah membawa seorang konsumen ke salah satu pabrik atau toko untuk membeli suatu barang. Lalu pemilik pabrik atau toko itu memberi saya komisi atas konsumen yang saya bawa. Apakah komisi yang saya peroleh itu halal atau haram? Jika pemilik pabrik itu memberikan tambahan uang dalam jumlah tertentu dari setiap item (barang) yang dibeli konsumen tersebut, dan saya mau menerima tambahan tersebut sebagai atas pembelian konsumen tersebut, apakah hal tersebut dibolehkan? Dan jika hal itu tidak dibolehkan, lalu apakah komisi yang dibolehkan?

Jawaban:
Jika pihak pabrik atau pedagang memberi Anda sejumlah uang atas setiap barang yang terjual melalui diri Anda sebagai balas jasa atas kerja keras yang telah Anda lakukan untuk mencari konsumen, dan uang tersebut tidak ditambahkan pada harga barang, dan tidak pula memberi mudharat pada orang lain yang menjual barang tersebut, di mana pabrik atau pedagang itu menjual barang tersebut dengan harga seperti yang dijual oleh orang lain, maka hal itu boleh dan tidak dilarang.

Tetapi, jika uang yang Anda ambil dari pihak pabrik atau toko dibebankan pada harga barang yang harus dibayar pembeli, maka Anda tidak boleh mengambilnya dan tidak boleh juga bagi penjual untuk melakukan hal tersebut. Sebab, pada perbuatan itu mengandung unsur yang mencelakakan pembeli karena harus menambah uang pada harga barangnya.

Wabillaahit taufiq. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Fatwa di atas menunjukkan bahwa pengambilan komisi dari perantara (dari pihak buyer/pembeli) dirinci sebagai berikut:

1. Jika komisi bagi perantara dibebankan pada harga yang mesti dibayar pembeli tanpa sepengetahuan pembeli, maka tidak dibolehkan karena merugikan pembeli.
2. Jika komisi bagi perantara tidak dibebankan pada pembeli atau dibebankan pada pembeli dengan seizinnya, maka dibolehkan.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu.” (QS. An Nisa’: 29)

Jika perantara tadi adalah dari pihak penjual (seller), maka rinciannya sebagai berikut:

1. Jika si perantara menaikkan harga tanpa izin atau sepengetahuan si penjual, maka ini tidak dibolehkan.
2. Jika si perantara menaikkan harga dengan izin atau sepengetahuan si penjual (baik kadar kenaikannya diserahkan kepada perantara atau ditentukan oleh pemilik barang), ini dibolehkan

Nah..  Dengan melihat fatwa dan kesimpulan di atas, coba Sobat-Motty yang dalam kesehariannya menjadi perantara, yuk kita cek sama-sama, udah sesuai tuntunan belum? Kalau belum, hayoh langsung diikutin tuntunannya. Karena tuntunan ini bukan dari manusia, tapi dari Pencipta Manusia dan Alam Semesta. Pastinya ini adalah tuntunan yang TERBAIK. Jangan takut rezeki kita berkurang, karena kalau kita menjalankan perintah-Nya, pasti rezeki kita malah akan bertambah, berkah pula ^_^

Wallahu a’lam bish showab.

#BigHUG and See you in the SKY!

Seru-seruan sama Motty di twitter yuk: @MotivaTweet

Sumber: Rumaysho.com

10 responses on “Fee Makelar, Halalkah?

  1. Seandainya ceritanya begini. Ada beberapa web designer di negeri A yang menawarkan jasa pembuatan website dengan harga terjangkau. Di negara A, jasa pembuatan website kurang diminati tapi sangat dicari di negara C. Karena perbedaan bahasa antara dua negara, saya yang hidup di negara B menjadi perantara. Saya tawarkan jasa web design dari negeri A ke penduduk negeri C dengan mark up harga. Mark up ini tanpa sepengetahuan supplier saya di negeri A dan pelanggan dari negeri C.

    Mohon penjelasannya, terimakasih

  2. kalau jadi agen pulsa gimana Mott?
    contoh
    saya daftarin orang untuk bisa jualan (daftar gratis) dan dari SETIAP trx yg dilakukan orang yg daftar melalui saya, saya akan mendapatkan fee yg besarnya saya tentukan sendiri
    apa itu bukan termasuk makelar di atas makelar ya Mott?, mohon pencerahannya

  3. Ini kalau menurut zainab, dulu, ketika Rasulullah SAW berdagang dengan mengambil dagangan dari Bunda Khadijah RA, Beliau menjelaskan harga asli ke pembelinya dan terserah pembeli mau memberi tambahan berapa kepada Rasulullah SAW.

    Kini banyak sekali dropshipper yg jadi perantara dalam bisnis OL, dan Insyaallah semua tahu sama tahu ttg harga dari reseller pasti ada kenaikan, selama mereka tidak keberatan dengan harga yg ditawarkan menurut zainab itu bisa memenuhi penjelasan kedua krn unsur TST (tahu sama tahu)

    “Jika si perantara menaikkan harga dengan izin atau sepengetahuan si penjual (baik kadar kenaikannya diserahkan kepada perantara atau ditentukan oleh pemilik barang), ini dibolehkan”.

    Insyaallah… Wallahua’lam…….

  4. gimana dgn penjualan sistem reseller (dropship) mott??? kan penjual misalnya jual 50ribu, saya jual ke orglain 55ribu, tp si penjual menyerahkan harga bebas kepada kita (terserah mau dijula berapa), berarti gak masalah yah mott??? (maklum, reseller awam nih mott)

    • utk DROPSHIP, kita bahas minggu depan ya ^_^

      Prinsipnya sama dengan PERANTARA ini (kalau ngga mau stok barang)

      kalau stok barang, sistemnya keagenan, kita bayar utk barang2nya dulu, tapi barang2nya di gudang pemilik barangnya. Jadi nanti tinggal dikirim pas ada yg mau beli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *