Andra, si Anak Tak Punya – Episode 1

Cerita Motivasi | Hari yang biasa, matahari bersinar seperti biasa, udara pagi juga sesegar biasanya. Suara gemerincing gantungan bel terdengar karena angin pagi bertiup lumayan bertenaga. Semangat sekali kawan kita yang satu ini, seakan membisikkan “Ayo, semangat!”

Motty jadi teringat kisah seorang sahabat, yang kisah hidupnya sungguh menginspirasi, menyentuh dan bikin semangat. Hari ini Motty ingin berkisah tentang Andra, sahabat Motty yang telah menemukan titik terendah dalam hidupnya, dan dengan segala keterbatasannya berhasil memutar hidupnya 180 derajat ke arah yang jauh lebih baik. Semoga Sobat-Motty bisa mengambil pembelajaran dari kisah ini ya..

Andra kecil tumbuh di sebuah kota kecil di Jawa Tengah, di tengah keluarga sederhana (malah bisa dibilang “miskin”) yang tinggal di sebuah rumah kontrakan kecil dengan dua buah ruangan serbaguna. Serba guna? Ya.. Karena ruangannya kadang menjadi ruang tamu, kadang menjadi ruang makan, kadang menjadi ruang keluarga, kadang menjadi kamar tidur. Ya, rumah kontrakan mungil itu hanya berukuran 2,5 x 3 meter, seukuran rata-rata sebuah rumah sederhana saat ini.

Ayah Andra hanyalah seorang penjaga toko dengan penghasilan Rp 40.000 sebulan (di tahun 90-an, setara dengan Rp 400.ooo nilai saat ini) dan Ibu membantu dengan berjualan es teh di pinggir jalan. Penghasilan keduanya ini di “cukup-cukupkan” untuk memenuhi semua kebutuhan hidup keluarga, dari mulai membayar kontrakan rumah, biaya sekolah Andra kan adik kakaknya, serta kebutuhan hidup lainnya. Sadar dengan kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas ini, Andra terpaksa membiasakan diri untuk memendam semua keinginannya.

Suatu hari di sekolah, ibu guru memberikan tugas kepada setiap anak muridnya untuk menggambarkan denah rumah beserta sketsanya. Ketika anak-anak lain mulai menggambarkan sketsa rumahnya dengan gembira, bahkan ada yang sambil bersenandung, tidak demikian halnya dengan Andra. Ia begitu bingung dan malu. Dua buah ruangan kecil berbentuk persegi panjang menurut Andra amat tidak layak disebut sebagai sebuah rumah. Apalagi lokasi kamar mandi dan toilet umum yang terpisah dari bangunan kontrakan. Andra kecil semakin kebingungan menterjemahkan kondisi kontrakannya ke dalam sebuah gambar. Rasa malunya semakin memuncak.

Kejadian ini menampar Andra dan sejak saat itu, ia memutuskan untuk mengubah rasa malunya menjadi semangat dan prestasi, ia tak ingin seterusnya tenggelam dalam rasa malu, dan kemiskinan. Sejak hari itu, segala daya upaya dan waktu ia habiskan untuk belajar, belajar dan belajar. Pagi buta ia belajar, selepas sekolah ia belajar, sambil membantu ibu ia belajar, sampai larut malam ia terus belajar.

hm… Kayanya kisah nyata Andra ini ngga bisa Motty kicaukan sekali aja nih, perlu bersambung ke kicauan berikutnya. ^_^ Kayanya bisa jadi sineblog lagi alias sinetron blog ^_^ persis kaya kisahnya Pak Rasdim, supir taksi yang mantan pengusaha

Selanjutnya akan Motty kisahkan, perjalanan hidup Andra yang penuh tantangan, hingga rahasianya mengubah semua keadaan hidup keluarganya yang serba kekurangan menjadi serba berkecukupan. Semoga bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua ya Sobat-Motty ^_^

(baca pake logatnya Fenny Rose ya..)

“apa-kah yang akan terjadi terhadap An-Dra?”

“Bagai-manakah.. kisah Andra selanjut-nya?”

Nantikan episode-episode berikutnya ya Sobat-Motty ^_^ *zoom in* *zoom out*

#BigHUG and See you in the SKY!

Seru-seruan sama Motty di twitter yuk: @MotivaTweet

 

4 responses on “Andra, si Anak Tak Punya – Episode 1

  1. Pingback: Sang Penyelamat - Cerita Motivasi Si Burung ZUPER!

  2. Pingback: Andra, Si Anak Tak Punya (Episode FINAL) - Cerita Motivasi Si Burung ZUPER!

  3. Pingback: Andra, Si Anak Tak Punya (Episode 3) - Cerita Motivasi Si Burung ZUPER!

  4. Pingback: Andra, Si Anak Tak Punya (Episode 2) - Cerita Motivasi Si Burung ZUPER!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *