Kesederhanaan

Cerita Motivasi | Koran Kompas hari ini di Rubrik Ekonomi, halaman 17, membahas tentang “Memelihara Kepercayaan.” Dikisahkan bagaimana kesederhanaan adalah jiwa dari sebagian pengusaha-pengusaha besar. Juga bagaimana kepercayaan terbangun di antara mereka dari kesederhanaan tersebut.

Dalam tulisan itu, dituturkan Sudhamek, Chief Executive Officer Garudafood, bercerita tentang ekspor produknya di 23 negara di lima benua berjalan mulus dan ia juga menyiapkan ekspansi dalam lingkup amat luas. Semua pembicaraan ini disampaikannya kepada rekan pengusahanya, sambil mereka menyantap masakan yang Sudhamek bawa dari rumahnya. Sederhana, jauh dari kemewahan masakan restoran bintang lima.

Disampaikan pula, bagaimana kesukaan terhadap masakan rumah juga tampak pada sejumlah usahawan, di antaranya Ciputra, Sukanta dari Grup Sinar Sahabat, dan Trihatma Haliman dari Grup Agung Podomoro. Mereka pun akrab dengan baju batik dan kemeja polos. Trihatma sendiri bertutur, kesederhanaan sudah menjadi kebiasaan ketika memulai karier dari level paling bawah. Pulang sekolah dari Jerman, ia bekerja bersama para tukang, pengangkat bata dan pasir. Setelah sukses membawa Agung Podomoro sebagai megagrup properti, sikapnya tidak berubah. Tetap menyukai masakan dari rumah yang dibuat istrinya, dari sinilah tumbuh spirit dan ketekunan luar biasa.

Sepertinya kesederhanaan ini yang perlu juga ditanam dalam diri kita dari mulai sekarang, apapun kondisi kita saat ini. Jangan sampai kita terjebak budaya OKB alias Orang Kaya Baru, yang lebih mengutamakan ‘penampilan’ dan ‘apa kata orang’. Dan untuk menjaga hal itu, tidak jarang malah ngutang sana sini, kartu kredit bengkak semua.

Jadi inget kisah si Inem, OKB  dari desa yang datang ke kota Jakarta untuk liburan. Masuklah ia ke hotel bintang 5 dan langsung memesan 1 kamar yang paling mahal.

Lalu diantarlah Inem oleh Room Boy yang sigap sambil membawakan kopernya menuju kamar. Setelah pintu tertutup, Inem kaget dan marah-marah ke Room Boy, karena merasa uang yang dikeluarkannya tidak sepadan dengan apa yang ia lihat..

“Hey anak muda!! Aku emang dari desa kecil, tapi jangan dikira aku gak bisa bayar sewa kamar hotel mewah ini ya! Ini bukan kamar yang aku pesan!! Lihat ini.. Kamar ini sempit, sumpek, tidak ada TV, tempat tidur, kamar mandi! Kalian mau menipu aku ya!? ”

Jawab Room Boy dengan tenang…

“Maaf bu, kita masih di LIFT.”

#KemudianHening…HeniiiiiingSekali…

Muehehehehehehehehe ^_^ Semoga hari SENIN nya menyenangkan ya Sobat-Motty!

See you in the SKY!

CAKARRRR Motty di twitter ya: @MotivaTweet

pssst.. inget2 utk meninggalkan komentar Sobat-Motty di bawah kicauan ini yaaaa ^_^ #BigHUG

11 responses on “Kesederhanaan

  1. hehehe..
    sii inem lucu banget ^_^

  2. Betul sekali… kesederhanaan tidak menunjukkan bahwa kita miskin. Klo dear Motty penampilannya seperti apa yaa? sederhana atau wahhhh? :)

  3. inem oh inem, trlalu LUGU 😀

  4. Moty saya mau tanya, ada orang yang hidupnya sangat mewah.Dia pake mobil yang harganya 600 juta. Tapi dia juga sedekah ke pesantren 1M (itu yang ketahuan). Dia bilang dia pakai barang yang serba mewah karena dia butuh kenyamanan. saya agak bingung menanggapi orang seperti ini. diikuti apa tidak ya?? hehehhee… ^_^

  5. inem ga proaktif ahh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *